Yuliardi2607’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Karpet Kotor

Sebuah cerita mengisahkan seorang ibu yang mengadu ke seorang psikolog. Dia menceritakan bahwa pikirannya selalu diganggu dengan persoalan karpet dirumah yang selalu kotor karena anaknya sering bermain dikarpet kesayangannya itu.Dia selalu ingin memarahi anaknya tapi dia masih belum bisa menegur anaknya untuk hal se sepele ini. Kemudian sang psikolog menyuruh ibu itu untuk menutup matanya. tanpa bertanya lagi sang ibu pun mentup mata nya. kemudian psikolog itu menyuruhnya membayangkan seandainya ibu itu mempunyai rumah yang besar dan mewah yang didalamya terdapat barang2 berharga seperti karpet yang bagus dan guci2 yang mahal.Ibu itu pun tersenyum membayangkannya.Kemudian psikolog itu menyuruh ibu itu sekarang membayangkan rumah yang mewah itu tanpa kehadiran anggota keluarga yang lain seperti anak2 yang ia miliki. Rumah itu pun keliatan begitu sepi.Tiba2 senyum ibu itu berubah menjadi wajah yang muram dan sedih.Kemudian psikolog itu menanyakan kepadanya:”Bagaimana apakah anda masih memikirkan tentang karpet kesayangan yang kotor Tadi?”.Kemudian ibu itu pun tersadar bahwa dalam kejadian yang kita anggap negatif dan tidak membuat kita nyaman masih ada hal masih harus kita syukuri.Dalam setiap kehdupan kita sering sekali menemukan hal2 yang tidak sesuai dengan kehidupan kita,dan kita terkadang lupa bahwa di balik kejadian itu masih banyak sesuatu yang bisa kita syukuri.Karena percayalah Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita.

February 29, 2008 Posted by yuliardi2607 | Uncategorized | | No Comments

PR Matematika

empat-lilin.pptSebuah cerita mengisahkan : Suatau malam seorang anak ditanya oleh ayahnya:”Apakah kamu sudah mengerjakan PR Matematika?.Jawb anak:”Belum ayah.Lalu sang ayah berkata:”loh,kenapa blm dikerjakan??PR itu kan akan dikumpul besok! Ya sebentar ayah…jawab sang anak.Ayo kerjakan sekarang!!Malam sudah semakin larut”.Anak itu pun dengan terpaksa mengerjakan PR matematika tersebut.Satu dua soal dapat dijawabnya dengan mudah,tetapi setelah disoal ketiga,ia merasa soal itu sulit untuk dikerjakan,padahal sebenarnya soal itu dapat dikerjakannya.”Kenapa berhenti menulisnya kak??tanya sang ayah.Itu kan hanya soal perkalian dan pembagian,masa sudah kelas 3 SD tidak bisa mengerjakan soal seperti itu?!!”. Setelah satu jam akhirnya sepuluh soal matematika itu pun berhasil ia kerjakan. Dengan air mata yang berlinang diapun masuk kekamar dan bersiap untuk tidur. Lalu sang ayah penasaran dan bertanya ke anak itu:”kenapa kakak menangis?”.Ceritakan kepada ayah. begini ayah,waktu ayah menyuruh kakak mengrjakan PR tadi,kakak lagi menghafal 20 hadits,dan besok ada penampilan dari anak2 madrasah dan kakak ditunjuk sebagai ketua regu,masinh2 orang disuruh menghafal 2 buah hadits,tapi karena kakak ketua,jadi kakak harus menghafal semua hadits karenak kalau teman2 salah kakak bisa membetulkan bacaan mereka.”Jelas sang anak.Lalu sang ayah berkata: ” Maafkan ayah yang sok tau ini.

February 25, 2008 Posted by yuliardi2607 | Uncategorized | | 1 Comment